Orang sayang belum tentu
bertahan, tapi orang yang bertahan udah pasti sayang.
Mendingan kejebak hujan deh, daripada harus kejebak kenangan.
Harapan itu ada yang indah banget, ada juga yang nyakitin
banget.
Dear Someone; maaf kalo kehadiran aku itu ganggu hidup kamu.
Kangen kamu yang dulu, kangen banget sama kebersamaan kita.
Se-enggaknya, aku udah berusaha peduli sama kamu walau
semuanya sia-sia.
Ada pertemuan pasti ada perpisahan. ya, satu paket yang gak
bisa dipisahin.
Capek juga kalo harus terus-terusan dikecewain.
Jangan ada luka diantara kita.
*Kamu cinta mati sama dia, tapi dia gak peduli kalo kamu
mati. *hehe*
Belajar mengikhlaskan walau sulit, agar tidak terluka
mendalam.
“Udah gak usah mikirin dia, cuma bikin sakit doang, kan ?”
Luka itu akan sembuh dengan sendirinya, dengan atau pun
tanpa adanya kamu bahkan orang yang baru.
“Sakit? “
bukan... Tapi ini adalah aku yang belom bisa merelakan
kepergian kamu.Sadar dan gak sadarnya aku itu beda tipis, aku sadar selalu
disakiti dan aku gak sadar bahwa aku masih bisa sayang sama kamu.
Pengen sih ada yang nemenin, tapi takut disakitin lagi,
“Sepenting itukah hati? kalo penting, kenapa kamu sakitin
terus, bukannya kamu rawat dan kamu jaga.”
Hati? apa itu? aku sudah tak memilikinya lagi ketika kamu
pergi dari hidupku.
“Kamu masih bertahan diantara luka,?gak capek emang? Gws
deh~“ *haha*
merelakan itu hal mudah, melupakan dan mengikhlaskan adalah
hal lain, dan itu sulit. Pengen deh menghilang dan pergi sejauh mungkin. Pengen
ngelupain semuanya.
selamat pagi, rindu yang tak pernah bertepi,
Hingga saat ini, luka yang kau beri masih ku rasa sakitnya.
“Lepaskanlah ia, jika hanya luka yang kau rasakan“
Yang ku inginkan hanya kamu, tapi luka yang ku dapatkan.
Hm.. Cinta yang sejati adalah tanpa saling melukai.Mencintai
sewajarnya, agar tak terlalu sakit ketika terluka.
“emangnya cinta bisa di batasin?”haa ntahlah.
Setelah kau melukai ku, hanya "maaf" yang kau
ucapkan.Yang pergi cinta, yang tertinggal luka.Dengan luka ini aku mengerti
bahwa; Cinta tak selalu bahagia.Luka hati ku bertambah parah semenjak tiada
lagi dirimu.Kamu hanya tau tentang membuat luka,
sedangkan aku berusaha menutup luka.
ketika sudah tertutup, lalu
ingin kau lukai lagi Kita terlalu egois, menuntut selalu ingin
bersama setiap saat.
Aku ingin berbagi cerita dengan mu, dikala malam yang sunyi
ini. Tapi bagaimana mungkin itu bisa terjadi.Apa yang kamu rasa tak seberapa,
dibanding rasa luka yang ku rasa saat ini.
Kamu gak pernah peduli sama luka yang aku rasain.Apa yg
lebih sakit dari luka yg udah kamu buat? adalah kamu sendiri yg berusaha
menyembuhkannya, namun kamu lukai lagi pda akhirnya Aku terluka, aku
kecewa, dan aku hanya bisa diam. Aku berfikir, mungkin waktulah yang bisa
mengobatinya.
Gak selamanya cinta itu soal bahagia, ada luka didalamnya.
Jika kamu tulus mencintanya, jangan pernah hiasi matanya
dengan air mata, telinganya dengan dusta, dan hatinya dengan luka.
Jangan pernah manfaatkan cinta, tak peduli betapa dia
mencintaimu, suatu saat dia pasti akan lelah karena terus terluka.Jangan
menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.
Jangan takut mencinta, hanya karena pernah terluka.Otak ini
kadang lelah memikirkan mu, dan ingin segera melupakan. Tapi, hati ini selalu
ada namamu.
Gpp aku yang terluka, yang penting kamu bahagia sama dia “haha sok bijak lo”
Setelah terluka, sebagian besar seseorang sulit untuk
membuka hatinya lagi.
Aku gak mau bahagia jika harus melukai orang lain.
Dengan atau tanpa ku, kamu pasti akan merasakan bahagia.Aku
pun merasakan yang sama, melihat mu bahagia dengannya “haha taikk”
Ada cerita, ada
bahagia, tapi saat kau tak ada, semua hanya menjadi luka Aku tak
bisa berhenti memikirkan tentang mu.
Penyesalan itu terlambat, dan semua hanya aku yang merasakan
luka.
Aku hanya ingin kan bahagia bersama mu, namun yang kau beri
hanya luka.
Engkau pergi meninggalkan kenangan beserta luka.setelah kamu
pergi, tak ada lagi canda tawa, tak ada lagi bahagia nyata, yg tersisa kini
hanyalah luka.Diluar sana memang banyak yang jauh lebih baik darimu. Tetapi
hati ini yang inginkan kamu. Dan Tuhan memberikan kamu yang terbaik untukku.
Biarkan aku menangis, untuk segenap meredakan luka yang ada.
Bisa kan, kita saling mencintai tanpa adanya luka?
Karna luka, harus lebih hati-hati dan tau mana yang harus
dicintai.Aku bukannya lemah, hanya saja aku tak bisa lagi menampung semua luka
ini,Untuk bahagia, pasti ada yang merasakan luka terlebih dahulu.
Aku terlalu lama terperangkap luka masa lalu.
Memang, berbuat baik itu tak semudah yang dikira. Selalu ada
rintangan.Selalu berusaha menjaga hubungan baik,
tapi juga selalu diabaikan.
Hm.. Terkadang,
bahagia itu cuma diawalnya aja, akhirnya bisa luka, bisa juga penyesalan.
Semoga kita gak ngalamin ya? “ha?
Kita?“ hehe maksudnya kita tapi Cukup aku yang
merasakan.
Akupun tak mengerti, kenapa sampai sekarang masih bertahan
disini, sendiri.Ada yang diam-diam terluka, disini.
Kamu Yang dulu tulus mencintai, akhirnya melukai juga.Bekas
luka dahulu, masih ada.
Katanya sayang, tapi kenapa ngelukain?
Ada saatnya berhenti bertahan, ketika kamu terus
terlukai.Namanya juga luka, datengnya ya belakangan.
“Belajar memaafkan, ketika kamu terluka”
okee gaisss gue lg bijak... haha jgn baper ah malu
sama kucing :D *kok kucing?
oke byeee :*
_Nisaa






No comments:
Post a Comment